Teaching Factory SMK Negeri 1 Sumatera Barat

Friday - 27/03/2020 18:23
Teaching Factory SMK Negeri 1 Sumatera Barat
Teaching Factory SMK Negeri 1 Sumatera Barat
Teaching Factory SMK Negeri 1 Sumatera Barat

Pentingnya penyediaan sumberdaya manusia (SDM) yang terampil diwujudkan pemerintah melalui kebijakan peningkatan mutu pendidikan kejuruan yang memberi perhatian pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Sumatera Barat. Pengembangan SMK saat ini mulai bergerak dari orientasi pasar tenaga kerja lokal kepada pasar tenaga kerja ASEAN menyambut masyarakat ekonomi ASEAN (MEA), serta mempersiapkan para lulusan dengan pembekalan karakter kewirausahaan (entrepreneurship). Penerapan teaching factory  di SMK Negeri 1 Sumatera Barat merupakan wujud dari salah satu upaya yang disarankan oleh Direktorat Pembinaan SMK untuk lebih mempererat kerjasama atau sinergi antara SMK dengan industri.

 

Program Teaching Factory adalah suatu konsep pembelajaran di SMK berbasis produksi atau jasa yang mengacu kepada standar dan prosedur yang berlaku di industri. Program ini dilaksanakan dalam suasana seperti layaknya industri. Implementasi Teaching Factory di SMK dapat menjembatani kesenjangan kompetensi antara kebutuhan industri dan kompetensi yang dihasilkan oleh sekolah.

Dilansir dari Grand Design Pengembangan Teaching Factory dan Technopark di SMK, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemndikbud), pelaksanaan Teaching Factory menuntut keterlibatan mutlak pihak industri sebagai pihak yang relevan menilai kualitas hasil pendidikan dari SMK.Teaching Factory juga harus melibatkan Pemda/Pemkot/provinsi maupun orang tua dan masyarakat dalam perencanaan, regulasi maupun implementasinya.

9
Selain itu, program Technopark di SMK dicanangkan sebagai pusat dari beberapa Teaching Factory di SMK, yang menghubungkan dunia pendidikan (SMK) dengan dunia industri dan instansi. Technopark akan menjadi pengembangan Teaching Factory yang mampu menyesuaikan perkembangan industri yang pesat. Selain itu, dapat mempromosikan potensi daerah yang relevan untuk pengembangan ekonomi daerahdan sekaligus mempermudah komunikasi dengan dunia industri.

SMK Negeri 1 Sumatera Barat telah mengupayakan untuk menerapkan Teaching Factory kepada para siswa. Program ini disusun sesuai dengan kompetensi lulusan SMK. Para siswa mengikuti alur bisnis sesuai dengan pola perusahaan. Sehingga, terbentuk keselarasan antara dunia industri dengan sekolah.

Para peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok sehingga terbentuk beberapa divisi sesuai dengan kompetensi yang digunakan. Diantaranya seperti pelayanan, pengemasan, pelebelan, mempromosikan, sampai pada menghasilkan suatu produk.

Tujuan dari program Teaching Factory ini terus berjalan, khususnya bagi siswa kelas XI SMK Negeri 1 Sumatera Barat saat ini terus meningkatkan divisi-divisi yang ada guna mengembangkan kompetensi setiap siswa. Sehingga akan membentuk siswa yang berkualitas, sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan industri.


Tujuan program Teaching Factory dan Technopark ini adalah meningkatkan kompetensi lulusan SMK yang relevan dengan kebutuhan industri. Sehingga berdampak pada penguatan daya saing industri di Indonesia. Kompetensi yang dihantarkan secara integratif melalui penerapan Teaching Factory adalah kompetensi yang meliputi keahlian di ranah psikomotorik, afektif atau sikap (attitude), kemampuan berpikir atau mental (cognitive), Higher-Order Thinking Skills (HOTS) yang mampu berpikir kritis, dan memecahkan masalah (critical thinking/evaluation dan problem solving). Sehingga pendidikan di SMK akan menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten dari sisi keterampilan (hard skill), namun juga produktif dan memiliki sikap dan karakter yang positif.


dsc 2763
Menurut Kuswantoro (2014), teaching factory menjadi konsep pembelajaran dalam keadaan yang sesungguhnya untuk menjembatani kesenjangan kompetensi antara pengetahuan yang diberikan sekolah dan kebutuhan industri. Teaching factory merupakan pengembangan dari unit produksi yakni penerapan sistem industri mitra di unit produksi yang telah ada di SMK. Unit produksi adalah pengembangan bidang usaha sekolah selain untuk menambah penghasilan sekolah yang dapat digunakan dalam upaya pemeliharaan peralatan, peningkatan SDM, dll juga untuk memberikan pengalaman kerja yang benar-benar nyata pada siswanya. Penerapan unit produksi sendiri memiliki landasan hukum yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1990 pasal 29 ayat 2 yaitu "Untuk mempersiapkan siswa sekolah menengah kejuruan menjadi tenaga kerja, pada sekolah menengah kejuruan dapat didirikan unit produksi yang beroperasi secara profesional."

Pembelajaran melalui teaching factory bertujuan untuk menumbuh-kembangkan karakter dan etos kerja (disiplin, tanggung jawab, jujur, kerjasama, kepemimpinan, dan lain-lain) yang dibutuhkan DU/DI serta meningkatkan kualitas hasil pembelajaran dari sekedar membekali kompetensi (competency based training) menuju ke pembelajaran yang membekali kemampuan memproduksi barang/jasa (production based training).

Hubungan kerjasama antara SMK dengan industri dalam pola pembelajaran Teaching Factory akan memiliki berdampak positif untuk membangun mekanisme kerjasama (partnership) secara sistematis dan terencana didasarkan pada posisi tawar win-win solution. Penerapan pola pembelajaran Teaching Factory merupakan interface dunia pendidikan kejuruan dengan dunia industri, sehingga terjadi check and balance terhadap proses pendidikan pada SMK untuk menjaga dan memelihara keselarasan (link and match) dengan kebutuhan pasar kerja

 

Author: Tim Portal Belajar SMK Negeri 1 Sumatera Barat

Total notes of this article: 0 in 0 rating

Click on stars to rate this article

  Reader Comments

Security Code   
Mitra Dunia Usaha/Dunia Industri-SMK Negeri 1 Sumatera Barat
Statistik Pengguna Website
  • Online2
  • Today1,906
  • This month3,691
  • Total316,792
Jajak Pendapat

Apakah Anda mengenal dan pernah memanfaatkan Aplikasi Web Portal Belajar SMK Negeri 1 Sumatera Barat ?

PPDB 1.
PPDB 2.
Brosur Siswa Baru
pemisah
Formulir Siswa Baru
pemisah
Pengumuman Kelulusan 2020
pemisah
pemisah (2)
pemisah (2)
Login Now
vicon
jitsimeet
bluebutton
cisco webex
cisco webex(H)
Menu App
Modul Tutorial
pemisah (2)
pemisah (2)
You did not use the site, Click here to remain logged. Timeout: 60 second